How To Make Good Pitch Desk

Apa sebenarnya pitching itu? Dan apakah pitch-desk berbeda dari pitching?

Pitching yaitu mempresentasikan atau menceritakan tentang startup yang anda bangun kepada investor. Selain investor, mempresentasikan tentang startup anda kepada audience, customer atau consumen juga merupakan pitching.

Namun, pitch-desk berbeda dari pitching. “ Pitch-desk is a 10-15 self-explanatory presentation design to give a short summary of your company, your business plan and your startup vision, either for meeting with investors, partners, co-founder, an or customer.” – Jimy Candra Gunawan, COO Kampung Inggris Pare.

Ini dia 2 tips dari Jimy Candra Gunawan dalam membuat pitch-desk menarik yang bisa memikat investor.

Investable Pitch

Merangkum keseluruhan cerita tentang startup kita ke dalam suatu presentasi yang sangat singkat, bukanlah hal yang mudah. Di perlukan ketelitian dalam merangkum semua informasi menjadi sesuatu yang menarik dan jelas.

Apapun jenis format yang akan dipakai, usahakan itu sudah menjadi standart yang akan dipakai untuk meeting/pitching itu sendiri. Kita juga harus mengetahui apa saja yang investor inginkan terkait dengan konten-konten dalam pitch-desk ini. Secara umum, ada sekitar 12 slides of a pitch-desk yang bisa anda siapkan.

  1. Introduction: Menjelaskan sekilas tentang perusahaan atau startup yang anda bangun.
  2. Team: Penjelasannya bukan hanya dengan menampilkan nama saja tetapi juga experiance, relevansi, dll.
  3. Problem: Penjelasan mengenai sumber masalah yang mendasari produk/jasa startup kita.
  4. Advantages: Keuntungan yang di dapatkan oleh konsumen ketika membeli produk/jasa yang kita tawarkan.
  5. Solution: Penjelasan bahwa produk/jasa yang di tawarkan merupakan solusi yang sangat di cari oleh konsumen.
  6. Product: Menjelaskan tentang rincian produk serta kelebihan dari produk lainnya.
  7. Traction: Terkait dengan achievement yang di dapatkan sejauh ini, revenue, jumlah user, jika anda memiliki partner juga bisa di masukkan serta hal-hal lain yang menjadi achievement dari startup yang kita bangun.
  8. Market: Penjelasan mengenai target pasaran, seberapa luas dan besar market yang kita inginkan juga dapat mempengaruhi investor.
  9. Competition: Cara bersaing dengan kelebihan produk/jasa yang kita miliki.
  10. Business Model: Tunjukkan bagaimana cara mengelola bisnis yang kita miliki. Seperti pendapatan, sistem, hingga strategi marketing.
  11. Investing: Jelaskan dengan percaya diri alasan mengapa para investor harus berinvestasi di perusahaan kita.
  12. Contact: Berikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai bagaimana kita menjalin relasi dengan orang ataupun perusahaan lainnya.

Dari sekian banyak format yang ada, 6 format yang minimal harus ada dalam pitch-desk kita yaitu problem, value pproposition/solution, business model, competition, founding team, dan fundraising.

Bagaimana Agar Presentasi Kita Terlihat Menarik dan Memuaskan?

Untuk mempresentasikan startup serta produk kita di hadapan para investor dengan waktu yang terbatas di butuhkan banyak latihan. Kita juga membutuhkan skill-skill yang setidaknya bisa memposisikan situasi rumit tersebut. Seperti bisa berbicara di depan umum, mengendalikan perasaan gugup, mengerti tentang public speaking, juga memahami produk atau jasa yang kita tawarkan.
Jimy Candra Gunawan memberikan 3 tips untuk anda agar terlihat menarik saat pitching:

First Act

Pada intinya, di action yang pertama kita harus fokus mendapatkan perhatian audience. Karena itu sangat penting untuk menarik mereka dalam story yang sedang kita sampaikan. Itulah mengapa pentingnya ada “story behind the inovation” karena dari situlah kita dapat memberikan perspektif baru yang mungkin tidak dimiliki atau belum di ketahui oleh orang lain. Dan dari 30 detik hingga 1 menit pertama ini menjadi salah satu pemicu yang sangat bagus untuk membuat audience mempunyai interaksi lebih lanjut kepada presentasi kita selanjutnya.

Second Act

Selanjutnya, kita masuk di second act yang biasanya berada pada menit ke 1-3 pitching. Disinilah kita mulai menekankan problem pada menit pertama, kemudian pada menit ke dua hingga menit ke tiga menjelaskan lebih mengenai solusi product, business model, dan juga traction. Jadi ini adalah menit dimana kita bisa membuat interest orang semakin tinggi lagi. Inilah menit-menit dimana kita bisa mulai meninggikan suara saat presentasi dalam artian untuk menekankan beberapa poin penting yang sudah disiapkan.

Third Act

Kemudian di menit yang terakhir yaitu sudah masuk pada sesi menjelaskan apa yang sedang kita cari atau yang sedang kita butuhkan. Jika bertemu dengan investor, ini juga akan membahas tentang fundrising atau tentang beberapa hal yang ingin kita capai. Jadi para investor dapat mengetahui sudah sampai sejauh mana kita melangkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *