Suatu startup yang berkelanjutan pasti membutuhkan investasi dari luar. Dalam hal ini peran seorang pendiri startup sangatlah penting. Bagaimana tetap menjaga perusahaannya untuk berjalan dengan lancar dan bertahan dengan baik.
Investasi yang di berikan kepada startup sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Dimana investasi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas startup tersebut sehingga dampaknya sangat berpengaruh bagi perusahaan, investor, dan khususnya masyarakat.
Dalam kelas inkubasi ABP Incubator, Delta Purna Widyangga (CEO & Co-Founder of Qiscus) menjelaskan tentang bagaimana fundrising sangat berpengaruh. Dari perspektif startup, capital/pendanaan digunakan untuk membangun perusahaan. Hal tersebut juga tidak bisa bilang sebagai “bakar uang” ketika gagal karena di gunakan untuk material. Tetapi jika startup tersebut langsung berhasil, tetap saja capital/pendanaan tersebut di spend pada awalnya.
Dengan adanya fundrising, kita bisa bertemu dengan investor yang mengenal market lebih baik dari kita atau investor tersebut mempunyai orang yang bisa membantu startup kita untuk meningkatkan penjualan market. Pendanaan atau investasi dari investor yang ada juga bisa membantu perusahaan untuk lebih fleksibel. Terlebih lagi pada saat situasi yang bisa saja mendadak berubah seperti pandemi pada saat ini yang dimana dana tersebut bisa mengcover keuangan perusahaan yang menurun.
Berikut ini ada beberapa tips tentang fundrising yang disampaikan oleh Delta Purna Widyangga.
1. Raising or not raising. Don’t do both.
Jika benar-benar ingin melakukan fundrising, maka lakukanlah dengan benar. Susunlah rencana dengan matang dari awal dengan menyiapkan yang di perlukan serta memiliki tujuan. Jangan melakukannya dengan setengah-setengah karena itu akan sangat melelahkan karena tidak optimal. Jika belum memerlukan fundrising, maka jangan melakukan fundrising tetapi fokuslah untuk membangun perusahaan.
2. Flip the table. Raise when you are strong.
Maksudnya adalah ketika melakukan fundrising, kita berada dalam posisi yang kuat. Dimana saat pada posisi tersebut, ada banyak investor yang mau masuk dan kita bisa menawarkan kesempatan atau memilih. The best fundrising sebenarnya bukan ketika butuh tetapi ketika tidak benar-benar butuh dalam artian kita mempunyai plan untuk dana tersebut.
3. Know about your business and express it clearly.
You have to know your business well. Karena sebenarnya investor benar-benar tahu tentang market, tetapi tidak memahami tentang startupmu. Maka untuk itu sangat perlu menjelaskan dengan sangat jelas seperti apa perusahaan yang di bangun. Karena ketika kita menginformasikan dengan baik dan yakin bahwa kita pantas, itu akan menjadi kunci untuk mendapatkan investasi tersebut.
4. Maintain relationship with investors.
Apapun yang terjadi, bangun relasi dengan investor. Karena bisa saja ketika tidak tertarik sekarang, kedepannya ia akan tertarik. Membangun hubungan yang baik dengan investor juga akan sangat membantu, misalnya ketika investor tersebut tertarik untuk memperkenalkan startup kita kepada mitra-mitra yang lain untuk menginvestasi atau menggunakan produk kita.
5. See through the end. It doesn’t end before money is in the bank.
Perlu kita pastikan hingga akhir persetujuan, karena belum tentu pada akhirnya investor akan menginvestasi di startup kita. Bisa saja di tengah perjalanan, investor malah berbalik. Untuk itu, jalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan investor.
Suatu startup di bangun dengan tujuan agar perusahaannya maju dan menghasilkan produk/jasa yang berkualitas hingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Berdirinya startup bukanlah bertujuan untuk mendapatkan investor. Tetapi, ketika startup yang di bangun memiliki potensi untuk berkembang menjadi perusahaan yang maju, maka dengan sendirinya para investor akan datang untuk membantu mengembangkan perusahaan.
