
KabarStartup, Yogyakarta – ABP Incubator mengadakan online Startup School yang dimulai pada tanggal 18 April 2020 guna membantu para pegiat startup untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini di selenggarakan dalam tiga sesi pada setiap hari sabtu di tiap minggunya.
CEO Indmira Group, Aryo Wiryawan pada sesi satu menjelaskan tentang “Memahami Kebutuhan Market yang Terus Berubah di Tiap Kondisi”, beliau mengatakan bahwa perubahan soal customer behavior merupakan hal yang membuat kita harus beradaptasi. Consumer behavior juga berubah seiring waktu dan kondisi, contohnya pada saat ini aktivitas market yang berjalan seperti biasa beralih dengan bekerja dari rumah. Selain itu Aryo Wiryawan juga berbicara tentang beradaptasi untuk kebutuhan berekspansi hingga melakukan adaptasi dengan adanya new compitition.
Untuk memahami kebutuhan market, diperlukan ide yang cemerlang dalam membangun startup. Menentukan ide startup yang bagus dan sustainable bukanlah hanya sekedar membuat ide, namun di barengi dengan menemukan solusi dari setiap masalah yang di buat dalam kondisi market yang fluktuaktif seperti kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Dalam sesi dua yang berjudul “Membuat Ide Startup yang Tidak Biasa”, Dian Prayogi yaitu Co-Founder & ex-CEO Habibi Garden selaku pemateri menjelaskan bahwa untuk membuat ide startup, perlu dimulai dari mencari masalah terlebih dahulu. Karena membangun sesuatu yang kita inginkan namun tidak diinginkan dan tidak diperlukan oleh orang lain akan gagal juga sia-sia. Untuk itu, point pentingnya adalah melihat masalah yang terjadi pada diri kita sendiri dan orang lain, kemudian mencari solusi yang sudah pernah ditawarkan itu gagal ataukah berhasil lalu pikirkanlah apakah kita dapat memberikan solusi yang lebih baik.
Kemudian pada sesi ketiga Startup School Online ini, Donnie Silalahi yang merupakan Indonesia’s Head of Growth Aspire memberikan materi tentang “Melakukan Growth Hacking untuk Mengoptimalkan Profit”. Growth Hacking bukanlah ‘Magic Hack Instan’ tetapi istilah yang lebih tepat dengan metodenya adalah Growth Marketing atau Performance Marketing karena aktivitas yang dilakukan di dalamnya itu bukan hanya nge-hacking satu kali waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan instan, namun sebenarnya Growth Marketing ini adalah proses merancang dan melaksanakan eksperimen berdasarkan data untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Ketika kita berbicara tentang Growth Hacking, brand itu di nomor duakan” kata Donnie. Ketika branding itu dilakukan lebih awal dari yang seharusnya, branding bisa menunda growth karena persepsi jangka panjang publik terhadap bisnis itu justru efeknya bukan dari melakukan brand marketing di awal-awal tetapi sebenarnya persepsi jangka panjang itu lahir dari word of mouth yang muncul karena produk benar-benar disukai oleh pelanggan. Jika produk tersebut tidak disukai oleh pelanggan, maka tidak ada brand. Jadi seperti melakukan hal yang percuma ketika melakukan branding terlebih dahulu daripada meningkatkan produk dan cara perusahaan menjalankan growth.
