Meningkatkan Convertion Rate Dengan Membangun Landing Page Yang Marketable

gambar https://envato.com/

Convertion rate adalah presentase dari pengunjung website yang mengambil tindakan menguntungkan ketika menggunakan website tersebut. Convertion rate dapat menjadi salah satu marketing online yang bagus dalam membangun sebuah bisnis dimana kita dapat menjadikan situs yang kita miliki menjadi peluang untuk membuat pengunjung menjadi seorang pelanggan. Nah penasaran kan, bagaimana untuk meningkatkan convertion rate pelanggan dan apa yang perlu kita siapkan?

Dalam program kelas inkubasi ke lima dari ABP Incubator, Misbahul Munir membahas tentang bagaimana membangun convertion rate dan membangun landing page yang marketable. Beliau merupakan seorang Lead UI/UX Niagahoster yang sebelumnya pernah bekerja di Abankirenk Kreatif sebagai Graphic Designer.

Dalam pembahasannya, Misbahul Munir memberikan sebuah pandangan tentang convertion rate. “Sebenarnya hubungannya ( landing page dan convertion rate ) bisa di bilang itu sangat erat sih, karena balik lagi kalau kita ngomongin soal kesuksesan sebuah landing page, misalnya ketika kita mendengar kata sukses itu pasti sesuatu hal yang tidak bisa di ukur gitu.” kata beliau dalam pembukaan materinya. Lanjutnya lagi “Makanya hadirlah si convertion rate ini untuk mengukur sukses atau tidaknya dari sebuah landing page” .

Misbahul Munir dalam materinya menjelaskan bahwa ada dua waktu yang harus di perhatikan dalam convertion rate. Yang pertama, waktu yang baik itu ketika merilis atau MVP ( Minimum Viable Product ). Kemudian yang kedua, checking site traffic. Yaitu mengecek setiap page dalam sebuah website yang kita miliki.

Dari kesimpulan yang di sampaikan oleh Misbahul Munir, ada 4 langkah yang perlu di perhatikan dalam meningkatkan convertion rate. Nah, apakah itu? Berikut ulasannya.

Melakukan Riset

Dalam melakukan riset, tiap perusahaan atau bisnis memiliki cara masing-masing. Namun, secara keseluruhan pasti memiliki data kualikatif dan data kuantitatif. Kedua data tersebut sangat di perlukan karena saling menguatkan. Sebaiknya jangan hanya menggunakan salah satu data sebagai riset.
Misbahul Munir menjelaskan bahwa dalam Niagahoster, riset diambil dari kedua data tersebut.

Set Goal

Tentu saja menaikkan convertion rate merupakan suatu goal. Tetapi bukan goal yang seperti itu yang di maksud.
Ada dua hal yang harus di jadikan goal dalam convertion rate:

  1. Tentukan Dimana Convertion Rate Harus di Ukur
    Dalam sebuah website kita pasti mempunyai banyak page seperti page produk, page login, dll. Yang harus di lakukan adalah tentukan terlebih dahulu salah satu page yang harus di naikkan convertionnya karena akan lebih maksimal jika menaikkannya per-page daripada langsung secara keseluruhan.
  2. Tentukan Enhancement Yang Dilakukan Pada Tiap Page
    Pada sebuah website, perlu ada perbaikan dalam tiap pagenya jika page tersebut tidak sesuai dan tidak menarik. Misalnya seperti header text, warna button, konten section, dst. Untuk itu perlu di perhatikan bahwa website yang kita miliki sudah sesuai dengan apa yang di inginkan oleh user dan juga informasi yang kita berikan sudah terlihat jelas.

Melakukan A/B Test

A/B Test merupakan sebuah metode yang dilakukan untuk membandingkan dua variabel dari website lama dan website yang sudah di ubah dengan tujuan untuk menaikkan convertion rate. Jadi, kita sudah harus mengetahui page mana yang sudah diubah, kemudian pastikan sudah sesuai dengan hipotesa yang dibuat setelah itu bandingkan dan amati perkembangan convertion ratenya.
Lama waktu melakukan A/B Test dapat kita perhatikan dari beberapa hal berikut:
1. Estimasi Visitor. Jadi kita sudah harus tau jumlah visitor dalam waktu tenggang tertentu.
2.Convertion rate sebelumnya
3.Jumlah variasi yang di test
4.Presentase jumlah visitor yang akan di test

Membuat Report

Setelah melakukan tahap-tahap di atas, yang selanjutnya di lakukan adalah membuat report. Kita harus memperhatikan hasil yang di dapatkan dari mencoba melakukan tahap-tahap tersebut.
Harapan yang diinginkan adalah naiknya convertion rate. Tetapi tidak menutup kemungkinan convertion yang di dapatkan akan turun. Untuk itu perlu di lakukan analisis penyebab dari naik atau turunnya convertion rate tersebut. Seperti apakah visitornya menurun, pembelian tetap, ataukah visitornya naik dan pembeliannya juga naik.
Dan yang terakhir adalah memberikan rekomendasi apa yang harus di lakukan selanjutnya. Dari data yang di dapatkan kita dapat mengetahui seperti apa keinginan dan kebutuhan konsumen, kekurangan dan kelebihan dari produk yang kita tawarkan,juga informasi yang telah di berikan kepada konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *